Untukmu, jiwa baik yang merindukan belahan jiwa yang akan melengkapi
keindahan hidupmu, sini … dekatkanlah hatimu dengan hatiku, yang akan
mengamini permintaan tulusmu kepada Tuhan …
Bisikkanlah ...
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Lihatlah wajahku yang berpendar dengan kerinduan bagi jiwa baik yang akan kucintai dan yang mencintaiku dengan jujur dan setia.
Mudah-mudahan Engkau merasa kasihan melihatku berjalan di lorong-lorong
sepi impian dan kerinduan hatiku, bergandengan tangan dengan diriku
sendiri.
Janganlah Kau biarkan aku lama sendiri, menseri-serikan wajah dalam
harapan cinta, dan menceriakan senyum dan tawaku yang berpura-pura
telah ditemukan oleh dia yang juga merindukan cintaku.
Tuhan, apakah tangisku ini indah bagi-Mu?
Jika Engkau memang lebih menyukai kedekatan dan kemanjaanku karena
kepiluan dari kesendirian ini, maka aku akan belajar ikhlas menangis
sepanjang hidupku. Dan semoga, Engkau mencukupkan air mataku dan
menguatkan serat-serat dinding dadaku.
Tapi Engkau adalah Tuhanku Yang Maha Lembut,
Aku yakin sekali bahwa Engkau tak akan sampai hati membiarkan
jiwa kecil yang selalu berusaha patuh kepada-Mu ini, lama bersedih
menantikan belahan jiwa yang sesungguhnya telah Kau siapkan bagi
pemuliaan hidupku.
Engkau Yang Maha Cinta,
Aku mencintai-Mu, dan bernafas dalam keyakinan bahwa Engkau sangat mencintaiku, maka …
Pelan-pelan dan dengan rambatan yang pasti, mulai besok pagi,
damaikanlah hatiku, gerakkanlah tangan, kaki, dan tubuhku dalam ketukan
nada tarian lembut yang menandakan bahwa jiwaku dalam perjalanan untuk
Kau temukan dengan dia yang telah lama kudengar suara anggunnya dalam
mimpi-mimpiku.
Engkau Yang Maha Lembut,
Satukanlah aku dengan belahan jiwaku, dalam pernikahan yang damai, yang
mesra dan setia, yang saling memuliakan, yang Kau anugrahi dengan
keturunan yang berpekerti luhur, dan yang Kau kayakan dengan kesehatan,
nama baik, dan kesejahteraan.
Aamiin
Mario Teguh
21 Oktober 2011