Sabtu, 04 April 2015

Umroh Pertama Kali - 2015

Alhamdulillah... 
Pada  Minggu tanggal 22 Maret 2015 akhirnya impian saya untuk pertama kali naek pesawat adalah ke luar negeri dan pertama kali ke luar negeri adalah ke tanah suci untuk Umroh/Haji, TERWUJUD! 
Dan ternyata berangkatnya pun tidak sendirian tetapi bersama 6 orang tante dan seorang om. Sungguh di luar dugaan bisa umroh berombongan. Terlebih lagi ternyata 1 pesawat Lion Air - BOEING 747-400 yang memuat 506 penumpang semuanya adalah jamaah umroh dari PT Arminareka Perdana. SubhanAllah.... 
persiapan pergi manasik
Saya akan berbagi cerita umroh ini dimulai dari manasik. Karena manasik ini saya rasa menjadi bagian yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan sebelum melaksanakan ibadah umroh itu sendiri. Untuk menjalankan ibadah diperlukan ilmu bukan hanya sekedar iman. Sesuai dengan firman Allah SWT,
“ALLAH akan mengangkat derajat orang-orang Ɣªήğ beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah:11)
Untuk manasiknya sendiri alhamdulillah materi yang diberikan sangat membantu kelancaran pelaksanaan umroh.  
Materi diberikan tidak hanya berupa teori tetapi praktek bagaimana mengenakan kain ihrom, Tawaf dan Sa'i serta ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan. 
beres walimatus safar di mesjid deket rumah
Saya sendiri mengikuti 2x manasik. Dari 2x manasik ini banyak ilmu yang didapat. Apalagi ustadz yang memberikan materinya berbeda sehingga memperkaya pengetahuan saya tentang apa itu Umroh. Sungguh dengan banyak belajar kita tidak akan mudah ditipu oleh orang. ^_^  
Sebelum berangkat ada kesepakatan di keluarga untuk mengadakan walimatus safar atau syukuran sebelum keberangkatan umroh. Walimatul Safar ini kami adakan 1 minggu sebelumnya yaitu pada hari Minggu, 15 Maret 2015. Perlu diketahui bahwa tidak ada dalil yang menerangkan perihal walimatus safar ini, baik dalam Alquran maupun hadits Nabi SAW. Apakah ini bid’ah?  
Sesuatu amalan yang dikerjakan tanpa dasar dianggap bid’ah. Namun demikian, bukan berarti semua bid’ah itu sesat. Faktanya ada ulama yang menyatakan bid’ah itu terbagi 2, yakni bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah dhalalah (sesat). 
Walimatus safar, bila tujuannya baik, yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah sehingga bisa melaksanakan ibadah umroh/haji, maka hal ini sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman, 
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).  
wallahualam bissawab... 
Hari Pertama - Minggu
istirahat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Akhirnya setelah melakukan perjalanan dengan pesawat selama 9 jam 10 menit tanpa transit, tibalah di Bandara Udara Internasional King Abdul Aziz di kota Jeddah. 
Perjalanan menuju hotel di kota Madinah dilanjutkan dengan bis selama 5 jam. Jadi total perjalanan pergi adalah 14 jam 10 menit. hehehehe...14 jam duduk manis di pesawat dan bis. Pantat terasa rata bro....

Hari Ke 2 - Senin
Sesampenya di Makareem Plaza Hotel bintang 4 di Madinah sekitar jam 2 malam, langsung istirahat tidur. Lumayan walo cuma 1 jam karena harus persiapan juga buat sholat shubuh kan? 
Tiba waktunya sholat shubuh saya kebagian tempat di halaman masjid Nabawi karena agak telat datangnya. Begitu sholat, air mata tak terasa keluar karena rasa haru yang luar biasa. Dalam hati saya berkata, "Alhamdulillah ya Allah...selama ini hanya bisa melihat dan mendengarkan suara imam masjid Nabawi di tv, sekarang hamba bisa makmum langsung dengan imamnya di waktu shubuh ini...terimakasih ya Allah atas karuniamu ini."  
suasana halaman masjid Nabawi setelah shubuh
Allahu Akbar! Saya baru merasakan kenikmatan sholat di saat sholat shubuh di masjid Nabawi ini. Atmosfer ibadahnya sungguh terasa jauh berbeda.  
Catatan: Jam di kamera lupa saya ubah menjadi waktu di Madinah dan Makkah. Tinggal dikurangi 4 jam saja perbedaan waktunya.
Setelah sarapan acara dilanjutkan dengan Ziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi. Disini jamaah dianjurkan untuk melakukan sholat sunat 2 rakaat di Raudhah.  
Berikut hadits yang menerangkan apa itu Raudhah,

( ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة، ومنبري على حوضي ) رواه البخاري (1196) ومسلم (1391)

“Diantara rumahku dan mimbarku adalah roudhoh (taman) diantara taman-taman surga. Dan mimbarku ada di dalam telagaku." HR. Bukhori, 1196. Muslim, 1391.

Setelah selesai melakukan ziarah maka dilanjutkan acara bebas dengan catatan jamaah diharapkan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
 Menunaikan shalat di masjid Madinah akan dilipat gandakan balasannya, baik (shalat) fardu maupun sunnah menurut pendapat yang terkuat para ulama’. (Beliau) sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

( صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواها إلا المسجد الحرام ) رواه البخاري (1190) ومسلم (1394).

“Shalat di masjidku ini, lebih utama 1000 kali shalat (dibandingkan) shalat masjid lain melainkan masjidil haram.” HR. Bukhori, 1190. Dan Muslim, 1394.  
Kecuali shalat sunnah di rumah (itu) lebih baik dibandingkan shalat di Masjid meskipun dilipatgandakan pahalanya. Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu’alihi wa salla:

( فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة ) رواه البخاري (731) ومسلم (781) .

“Sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” HR. Bukhori, 731. Muslim, 781.  
Alhamdulillah saya bisa melakukan sholat di Raudhah lebih dari 1x waktu. Sungguh berkah yang tiada tara yang Allah SWT berikan.  
Hari Ke 3 - Selasa
Diisi dengan melakukan ziarah di sekitar kota Madinah antara lain melewati masjid Ijabah, lalu melakukan sholat sunnat 2 rokaat di Masjid Quba.  
berfoto di halaman masjid Quba
Mencontoh Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dalam menggapai pahala umrah. Dari Sahal bin Hanif berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

( من خرج حتى يأتي هذا المسجد ـ يعني : مسجد قباء ـ فيصلي فيه كان كعدل عمرة ) أخرجه أحمد (3/487) ، والنسائي (699) وصححه الألباني في صحيح الترغيب (1180، 1181) .

“Barangsiapa yang keluar sampai mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba’. Dan dia menunaikan shalat di dalamnya, maka (pahalanya) setara dengan umrah.” HR. Ahmad, 3/487. Nasa’i, 699. Dishohehkan oleh Al-Bany di shoheh At-Targhib, 1180, 1181.  
Dan dalam (riwayat) Ibnu Majah: “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba’, kemudian dia menunaian shalat di dalamnya. Maka dia akan mendapatkan pahala umrah." HR. Ibnu Majah, 1412.  
semangat belanjanya
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Kebun Kurma. Tentu saja disini para jamaah bisa belanja kurma dan oleh-oleh khas Madinah lainnya dengan sepuasnya. Sebanyak uang real yang dibawa. ahahaha....  
Ya Allah... baru sampe sini aja udah terasa nikmat sekali perjalanannya. Sungguh Allah sangat sayang pada hambanya sehingga banyak karunia yang diturunkan untuk membuat senang hambanya. 
Puas di kebun kurma, bis pun melaju kembali. Kali ini tujuanya ke Jabal Uhud. Dimana pernah terjadi perang Uhud yang melibatkan Rasulullah SAW.  
di belakang saya adalah pemakaman 70 syuhada Uhud
Gunung ini disebut Nabi sebagai salah satu gunung yang ada di surga, sehingga kalau kita melihatnya sekarang Insya Allah kita akan melihatnya lagi di surga nanti. Aamiin...  
Nabi S.A.W. bersabda, "Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di syurga." H.R. Bukhari 
 
di belakang saya sebagian dari Gunung Uhud
Sebuah riwayat juga menceritakan, Rasulullah S.A.W. pernah menaiki puncak Uhud bersama Sayyidina Abu Bakar R.A., Sayyidina Umar Al-Faruq R.A. dan Sayyidina Usman bin Affan R.A. Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergegar. Rasulullah kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya dan 2 orang yang akan mati syahid.” Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.
Dari Anas bin Malik R.A, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” Riwayat Bukhari dan Muslim. 
Pegunungan Jabal Magnet
Dari Jabal Uhud perjalanan dilanjutkan menuju Jabal Magnet yang sangat fenomenal. Perjalanan kesana memperlihatkan kebesaran Allah SWT. Dimana sepanjang jalan adalah pegununan batu. Sangat bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia dimana kalau kita melakukan perjalanan jauh, sepanjang jalan akan terlihat bukit-bukit yang hijau nan menyejukkan mata. 
Puas berfoto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan sambil mencoba membuktikan bahwa bis yang kami tumpangi mampu lebih dari 120 km/jam dalam posisi gigi netral. Seru! 
speedometer sempat mencapai > 120 km/jam
Walau namanya Jabal Magnet tapi tidak merusak jam tangan atau pun peralatan elektronik lainnya. Sunggu ajaib! Allahu Akbar.... 
Kebetulan sekali kali ini saya duduk persis di belakang supir bis sehingga bisa membuktikan langsung kecepatan bis saat menjajal Jabal Magnet.
 Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami mampir ke peternakan unta. Disini jamaah bisa menikmati susu unta segar yang baru diperah. Saya sendiri belum berani untuk meminumnya. ehehehe...takut muntah ama bau amisnya.  
Lalu perjalanan dilanjutkan kembali melewati mesjid Khondak kemudian mesjid Qiblatain dan berakhir di hotel tempat menginap.  
Sebuah perjalanan yang menyenangkan untuk hari ini. Allhamdulillah...
terharu ngebacanya
 Saat selesai sholat ashar, saya sempat mengabadikan sebuah tanda pemberitahuan yang ada di sekitar masjid Nabawi. Tanda ini hanya ditulis dalam 3 bahasa; bahasa Arab tentunya, bahasa Inggris dan....bahasa Indonesia!!
Horreee....akhirnya nemuin juga tulisan Indonesia dan bukan hanya di sekitar masjid Nabawi tapi juga di luar wilayah masjid Nabawi. Bahkan para pedagangnya pun bisa berbicara bahasa Indonesia dalam hal tawar menawar. 
dengan Sahrul Gunawan
 Di saat sedang makan malam, saya melihat sosok yang tak asing di tanah air. Benar saja, dia adalah Sahrul Gunawan. Duduk bersebrangan ya sudah saya ajak foto bareng. ehehehe..  
Hari Ke 4 - Rabu 
Sebelum sholat Dhuhur, hari ini jamaah pria dianjurkan mandi sunnah untuk memakai kain ihram sehingga sholat Dhuhurnya pun menggunakan kain ihram. 
Beres makan siang, jamaah menuju masjid Bir Ali untuk mengambil Miqot.  
Miqat (bahasa Arab: ميقات) adalah batas bagi dimulainya ibadah haji (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat, seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram dan memasang niat. Miqat digunakan dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah.
akhirnya bisa berfoto dengan formasi lengkap 8 orang
Selesai melakukan miqat kami pun berangkat ke Mekkah dengan bis untuk melaksanakan Umrah.
Perjalanan mengenakan ihram menjadi pengalaman baru bagi saya. 
Sepanjang jalan kami bertalbiyah dan bershalawat. 
Merinding rasanya, membayangkan Ka'bah ada di depan mata. 
Alhamdulillah jam 22.00 kami sampai di Rayyana Hotel berbintang 4 di Makkah yang akan menjadi tempat menginap kami selama di Makkah.
Masih ada waktu untuk makan malam di restauran hotel. Abis makan malam dan bersih-bersih, tentunya dengan tidak melanggar ketentuan setelah berihram, jam 23. 00 kami melakukan umroh. 
di Bukit Marwah beres Umroh
MasyaAllah...di waktu tengah malam seperti ini, Baitullah cukup penuh dengan jamaah yang melakukan Tawaf. Di saat Sa'i pun cukup banyak jamaahnya.
Baitullah ini sungguh hidup selama 24 jam. Bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak dan balita pun ada yang ikutan. Anak-anak sholeh dan sholehah yang ga rewel tengah malam diajak orang tuanya beribadah. 
Semoga hamba mempunyai keluarga sholeh sholehah seperti ini ya Allah. aamiin.... 
Tak terasa lewat tengah malam selesailah ibadah umrah kami. Alhamdulillah... 
Saatnya kembali ke hotel dan tiduurr..... 
Hari ke 5 - Kamis
Hari ini tidak ada jadwal acara yang dilakukan selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. heeeemmm.....lumayan buat ngilangin pegel-pegel nih.... 
suasana halaman Masjidil Haram setelah sholat di Isya
Masjidil Haram selalu penuh setiap saat. Bukan hanya di 5 waktu shalat wajib saja. Bahkan saya bisa melihat jamaah yang tidur di Masjid. Mereka seakan gag mau ketinggalan shalat 5 waktu secara berjamaah.  
Dalam Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].



Hari Ke 6 - Jum'at

(istirahat dulu. capeee...)
-------------



Tolong jangan dikomentari dulu ya...soalnya ceritanya lom selesai.
hehehe...

Sabtu, 10 Mei 2014

R. Kosasih Bin R. Aos Suriaatmadja

Gini nih nasib jadi pegawai.
Ga bisa ijin seenaknya buat ga masuk kerja. Apalagi sebagai Dosen, banyak kendalanya. Terutama klo mau ijin mendadak pas di hari mesti ngajar atau ada kerjaan yang ga bisa digantikan ama orang lain.

Hari ini saya hanya bisa mendoakan untuk Om (adik Ibu almarhumah) yang meninggal tadi subuh di RS PERTAMINA Cilacap - Jawa Tengah.

Seorang Om yang saya kenal deket sejak dari TK-SMP sebelum akhirnya saya pindah ke Bandung saat SMA.

Seorang Om yang baik hati dan suka ngebodor klo lagi ngobrol. Sering ngingetin buat sholat dan berdoa untuk ortu. Sering kasih support supaya sekolah yang bener saat Bapak saya (almarhum) udah ga ada. Sering ngingetin klo saya adalah pengganti Bapak almarhum.

Ahh.....Om, semoga iman islam Om diterima Allah SWT. Semoga sakit Om yang bertahun-tahun ini menjadi kifarat penggugur dosa-dosa Om yang emang pada dasarnya sudah sholeh. Semoga kubur Om dijadikan sebagai taman surga.
آمِيْنْ يَا رَ بَّ العَا لَمِيْنَ

Buat Tante & adek-adek sepupuku, semoga diberikan ketabahan & keikhlasan.

Selamat jalan Om...
Inna lillahi wa innaa ilaihi roojiuun.....

*makin kuat niat buat secepatnya full time ngejalanin usaha sendiri*

Selasa, 31 Desember 2013

Menghargai Waktu

Sebuah bank memiliki pelanggan yang setiap hari diberikan pinjaman sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Pada malam hari bank akan menghapus sisa uang yang tidak digunakan selama sehari.

Setiap hari kita memiliki bank semacam itu bernama Waktu. Setiap pagi ia memberi anda 86.400 detik dan menghapusnya pada malam hari dan tidak akan memberikan anda sisanya. Ia juga tidak mengurangi atau memberikan waktu tambahan. Setiap hari ada satu rekening baru untuk anda. Anda harus hidup dalam simpanan hari ini.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tinggal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Nilai Hidup

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali olympiade.

Hargailah waktu yang anda miliki karena waktu tidak bisa menunggu.

Ary Ginanjar Agustian
31 Desember 2013

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hidup Adalah Proses

Kita pernah "DILUKAI"
dan mungkin pernah "MELUKAI"
tapi karena itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah "DIBOHONGI"
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI",
tapi dari itu kita belajar tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan
terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,..
yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur,
Tanpa ada kata tua

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi,

Sampai Allah memanggil:
"Waktunya PULANG"

Ary Ginanjar Agustian
16 Juli 2013

Kamis, 18 Juli 2013

Rindu Ibu

Biasanya kalo pulang kerja kaya skarang pas masuk rumah langsung nyari Ibu. Skarang rumah sepi di + adek-adek lagi pada pergi.

Sungguh bruntung untuk kaLian yang masih punya oRtu. Jaga, hormati dan rawatlah mereka baik-baik.

"Ridhollahu fi ridhol walidain wa sukhtullahu fi sukhtil walidain".

Ridho Allah ada di ridho orang tua kita dan murkanya Allah ada pada murka orang tua kita.

Ya Allah....

Sabtu, 27 April 2013

Ibroh dari UJE

Liat tayangan di tv tentang Uje jadi dapet banyak pelajaran berharga.
Usia, jodoh dan rezeki hanya Allah yang tau.

Buat apa kita kaya kalau harta kita gak digunakan di jalan Allah?
Toh, akhirnya harta ga kan kita bawa ke alam kubur.

Jangan terlalu bersedih bila belum mendapatkan rezeki yang diinginkan. Karena Allah menjamin rezeki semua makhluknya.
Yang penting kita sudah ikhtiar semaksimal mungkin, masalah hasil Allah lah yang berhak menentukan.

Yuk, mulai sekarang jangan nulis sembarangan di status jejaring sosial mana pun!
Karena apa yang kita tulis bukan hanya teman atau teman dari teman yang membaca tetapi Malaikat pencatat segala amal perbuatan kita pun turut membaca dan akan memperlihatkannya di akhirat kelak.

Semua yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Mari kita semua bertaubat atas dosa besar dan dosa kecil kita.
Kita gak tau usia kita sampai berapa tahun.
Kita gak tau apakah kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau su'ul khotimah.
Kita gak tau apakah kita sempat bertaubat atau tidak pada saat menghadapi kematian.

Berikut sebuah hadits tentang 3 amalan yang tidak pernah putus setelah kita wafat,

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayub dan Qutaibah (yakni Ibnu Sa’id) dan Ibnu Hajar, mereka berkata : Telah menceritakan kepada kami Isma’il (dan dia adalah Ibnu Ja’far) dari al-’Ala’i dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda : “Jika seorang manusia mati, terputus darinya ‘amalnya kecuali dari 3 (perkara) : Shodaqoh jariyah, atau ‘ilmu yang bermanfa’at, atau anak sholeh yang berdo’a baginya”. (HR. Muslim 14-(1631)).

Ya Allah ya Rahman ya Rahim....
Terimalah taubat kami. Ampuni semua dosa-dosa kami, baik dosa besar maupun dosa kecil. Wafatkan kami dalam keadaan husnul khotimah. aamiin....


Erwin Teguh Arujisaputra
26 April 2013

Jumat, 26 April 2013

Ustadz Jefri Al Buchori Wafat

UJE - Ustadz Jefri Al Buchori

Inna lillaaahi wa inna ilaihi roojiuun, sesungguhnya semuanya milik Allah dan sesungguhnya semua kembali kepada Allah.
Telah pulang ke Rahmatullah sahabat kita Ustadz Jefri Al Buchori, yang akrab kita panggil Uje. Allahummagfirla hu warhamhu...semoga Allah mengampuni semua dosa almarhum dan memaafkan semua kesalahan almarhum...aamiin....

Hadist Rasulullah, "Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur" (HR. Al-Tirmidzi, no. 1043).

Uje wafat tepat dua pekan setelah dirinya merayakan ulang tahun ke-40 pada 12 April 2013 lalu. Hari ulang tahun Uje ke-40 tersebut bertepatan dengan hari dirinya wafat, yakni hari Jumat.

Berikut kronologi kecelakaan Uje berdasarkan keterangan keluarga, polisi dan RS:

Kamis 25 April 2013 pukul 23.00 WIB

Uje ditemani adiknya, Fajar Sidiq, ngopi di sebuah kafe di Kemang. Uje yang memang hobi naik motor mengaku ingin 'cari angin' karena sudah lama tidak keluar rumah. Di kafe itu, Uje bertemu teman-temannya dan membahas kegiatan di bulan Ramadan dan rencana syuting di Arab Saudi bulan Mei.

Setelah pertemuan berakhir, Uje dan adiknya pulang dengan membawa kendaraan masing-masing. Ketika sampai di Jl. Radio Dalam, Uje mengalami kecelakaan kecil. Fajar menawarkan diri untuk meng-handle kendaraan Uje, tapi Uje mengaku sehat. Mereka kemudian berpisah menuju rumah masing-masing.

Jumat 26 April pukul 01.00 WIB

Uje menabrak trotoar dan pohon palem di depan rumah di Jl. Gedung Hijau 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Adik Uje, Fajar, lantas menuju TKP dengan naik motor Mio. Dia mencegat taksi dan membawa Uje ke RS Pondok Indah yang merupakan RS terdekat.

Pukul 01.30 WIB
 
RS Pondok Indah menyatakan Uje meninggal dunia. Uje kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum.

Pukul 02.00 WIB

Informasi meninggalnya Uje menyebar, termasuk di media sosial.

Pukul 03.30-03.50 WIB

Uje divisum di RS Fatmawati. Petugas RS menyatakan Uje meninggal karena luka luar. Jenazah lantas dibawa ke rumah duka di Rempoa, Jakarta Selatan.

Uje akan dibawa ke Masjid Istiqlal untuk disalatkan dan dimakamkan usai salat Jumat di TPU Karet Bivak. Ribuan pelayat hingga kini silih berganti berdatangan ke rumah duka. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.


Sebelumnya Uje menulis tweet yang ternyata menjadi tweet terakhirnya,
"Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd "DIA" pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..," ujar Uje dalam akun twitternya @jefri_buchori yang meneruskan akunnya di Path pada Rabu (13/3) pukul 9.35 WIB sehari setelah ulang tahunnya.

Motor Kawasaki 650 cc tipe ER 6 N yang ditunggangi Uje saat kecelakaan.




  Sumber:
http://news.detik.com/read/2013/04/26/092528/2231022/10/kronologi-kecelakaan-uje?n991102605

http://news.okezone.com/read/2013/04/26/500/797848/uje-ulang-tahun-hari-jumat-wafat-pun-hari-jumat

http://news.detik.com/read/2013/04/26/074814/2230940/10/ini-tweet-terakhir-ustad-uje-tentang-kembali-kepada-nya?nd771104bcj

http://www.metrotvnews.com/foto/detail/2013/04/26/5/2822/Ini-Kondisi-Motor-yang-Dikendarai-Uje