Alhamdulillah...
Pada Minggu tanggal 22 Maret 2015 akhirnya impian saya untuk pertama kali naek pesawat adalah ke luar negeri dan pertama kali ke luar negeri adalah ke tanah suci untuk Umroh/Haji, TERWUJUD!
Dan ternyata berangkatnya pun tidak sendirian tetapi bersama 6 orang tante dan seorang om. Sungguh di luar dugaan bisa umroh berombongan. Terlebih lagi ternyata 1 pesawat Lion Air - BOEING 747-400 yang memuat 506 penumpang semuanya adalah jamaah umroh dari PT Arminareka Perdana. SubhanAllah....
| persiapan pergi manasik |
Saya akan berbagi cerita umroh ini dimulai dari manasik. Karena manasik ini saya rasa menjadi bagian yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan sebelum melaksanakan ibadah umroh itu sendiri. Untuk menjalankan ibadah diperlukan ilmu bukan hanya sekedar iman. Sesuai dengan firman Allah SWT,
“ALLAH akan mengangkat derajat orang-orang Ɣªήğ beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah:11)
Untuk manasiknya sendiri alhamdulillah materi yang diberikan sangat membantu kelancaran pelaksanaan umroh.
Materi diberikan tidak hanya berupa teori tetapi praktek bagaimana mengenakan kain ihrom, Tawaf dan Sa'i serta ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan.
![]() |
| beres walimatus safar di mesjid deket rumah |
Saya sendiri mengikuti 2x manasik. Dari 2x manasik ini banyak ilmu yang didapat. Apalagi ustadz yang memberikan materinya berbeda sehingga memperkaya pengetahuan saya tentang apa itu Umroh. Sungguh dengan banyak belajar kita tidak akan mudah ditipu oleh orang. ^_^
Sebelum berangkat ada kesepakatan di keluarga untuk mengadakan walimatus safar atau syukuran sebelum keberangkatan umroh. Walimatul Safar ini kami adakan 1 minggu sebelumnya yaitu pada hari Minggu, 15 Maret 2015. Perlu diketahui bahwa tidak ada dalil yang menerangkan perihal walimatus safar ini, baik dalam Alquran maupun hadits Nabi SAW. Apakah ini bid’ah?
Sesuatu amalan yang dikerjakan tanpa dasar dianggap bid’ah. Namun demikian, bukan berarti semua bid’ah itu sesat. Faktanya ada ulama yang menyatakan bid’ah itu terbagi 2, yakni bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah dhalalah (sesat).
Walimatus safar, bila tujuannya baik, yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah sehingga bisa melaksanakan ibadah umroh/haji, maka hal ini sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).
wallahualam bissawab...
Hari Pertama - Minggu
| istirahat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah |
Akhirnya
setelah melakukan perjalanan dengan pesawat selama 9 jam 10 menit tanpa
transit, tibalah di Bandara Udara Internasional King Abdul Aziz di kota
Jeddah.
Perjalanan menuju hotel di kota Madinah dilanjutkan dengan bis
selama 5 jam. Jadi total perjalanan pergi adalah 14 jam 10 menit.
hehehehe...14 jam duduk manis di pesawat dan bis. Pantat terasa rata
bro....
Hari Ke 2 - Senin
Sesampenya di Makareem Plaza Hotel bintang 4 di Madinah sekitar jam 2 malam, langsung istirahat tidur. Lumayan walo cuma 1 jam karena harus persiapan juga buat sholat shubuh kan?
Tiba waktunya sholat shubuh saya kebagian tempat di halaman masjid Nabawi karena agak telat datangnya. Begitu sholat, air mata tak terasa keluar karena rasa haru yang luar biasa. Dalam hati saya berkata, "Alhamdulillah ya Allah...selama ini hanya bisa melihat dan mendengarkan suara imam masjid Nabawi di tv, sekarang hamba bisa makmum langsung dengan imamnya di waktu shubuh ini...terimakasih ya Allah atas karuniamu ini."
| suasana halaman masjid Nabawi setelah shubuh |
Catatan: Jam di kamera lupa saya ubah menjadi waktu di Madinah dan Makkah. Tinggal dikurangi 4 jam saja perbedaan waktunya.
Setelah sarapan acara dilanjutkan dengan Ziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi. Disini jamaah dianjurkan untuk melakukan sholat sunat 2 rakaat di Raudhah.
Berikut hadits yang menerangkan apa itu Raudhah,
( ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة، ومنبري على حوضي ) رواه البخاري (1196) ومسلم (1391)
“Diantara rumahku dan mimbarku adalah roudhoh (taman) diantara taman-taman surga. Dan mimbarku ada di dalam telagaku." HR. Bukhori, 1196. Muslim, 1391.
( ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة، ومنبري على حوضي ) رواه البخاري (1196) ومسلم (1391)
“Diantara rumahku dan mimbarku adalah roudhoh (taman) diantara taman-taman surga. Dan mimbarku ada di dalam telagaku." HR. Bukhori, 1196. Muslim, 1391.
Setelah selesai melakukan ziarah maka dilanjutkan acara bebas dengan catatan jamaah diharapkan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Menunaikan shalat di masjid Madinah akan dilipat gandakan balasannya, baik (shalat) fardu maupun sunnah menurut pendapat yang terkuat para ulama’. (Beliau) sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
( صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواها إلا المسجد الحرام ) رواه البخاري (1190) ومسلم (1394).
“Shalat di masjidku ini, lebih utama 1000 kali shalat (dibandingkan) shalat masjid lain melainkan masjidil haram.” HR. Bukhori, 1190. Dan Muslim, 1394.
( صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواها إلا المسجد الحرام ) رواه البخاري (1190) ومسلم (1394).
“Shalat di masjidku ini, lebih utama 1000 kali shalat (dibandingkan) shalat masjid lain melainkan masjidil haram.” HR. Bukhori, 1190. Dan Muslim, 1394.
Kecuali shalat sunnah di rumah (itu) lebih baik dibandingkan shalat di Masjid meskipun dilipatgandakan pahalanya. Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu’alihi wa salla:
( فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة ) رواه البخاري (731) ومسلم (781) .
“Sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” HR. Bukhori, 731. Muslim, 781.
( فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة ) رواه البخاري (731) ومسلم (781) .
“Sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” HR. Bukhori, 731. Muslim, 781.
Alhamdulillah saya bisa melakukan sholat di Raudhah lebih dari 1x waktu. Sungguh berkah yang tiada tara yang Allah SWT berikan.
Hari Ke 3 - Selasa
Diisi dengan melakukan ziarah di sekitar kota Madinah antara lain melewati masjid Ijabah, lalu melakukan sholat sunnat 2 rokaat di Masjid Quba.
Diisi dengan melakukan ziarah di sekitar kota Madinah antara lain melewati masjid Ijabah, lalu melakukan sholat sunnat 2 rokaat di Masjid Quba.
| berfoto di halaman masjid Quba |
Mencontoh Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dalam menggapai pahala umrah. Dari Sahal bin Hanif berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
( من خرج حتى يأتي هذا المسجد ـ يعني : مسجد قباء ـ فيصلي فيه كان كعدل عمرة ) أخرجه أحمد (3/487) ، والنسائي (699) وصححه الألباني في صحيح الترغيب (1180، 1181) .
“Barangsiapa yang keluar sampai mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba’. Dan dia menunaikan shalat di dalamnya, maka (pahalanya) setara dengan umrah.” HR. Ahmad, 3/487. Nasa’i, 699. Dishohehkan oleh Al-Bany di shoheh At-Targhib, 1180, 1181.
( من خرج حتى يأتي هذا المسجد ـ يعني : مسجد قباء ـ فيصلي فيه كان كعدل عمرة ) أخرجه أحمد (3/487) ، والنسائي (699) وصححه الألباني في صحيح الترغيب (1180، 1181) .
“Barangsiapa yang keluar sampai mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba’. Dan dia menunaikan shalat di dalamnya, maka (pahalanya) setara dengan umrah.” HR. Ahmad, 3/487. Nasa’i, 699. Dishohehkan oleh Al-Bany di shoheh At-Targhib, 1180, 1181.
Dan dalam (riwayat) Ibnu Majah: “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba’, kemudian dia menunaian shalat di dalamnya. Maka dia akan mendapatkan pahala umrah." HR. Ibnu Majah, 1412.
| semangat belanjanya |
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Kebun Kurma. Tentu saja disini para jamaah bisa belanja kurma dan oleh-oleh khas Madinah lainnya dengan sepuasnya. Sebanyak uang real yang dibawa. ahahaha....
Ya Allah... baru sampe sini aja udah terasa nikmat sekali perjalanannya. Sungguh Allah sangat sayang pada hambanya sehingga banyak karunia yang diturunkan untuk membuat senang hambanya.
Puas di kebun kurma, bis pun melaju kembali. Kali ini tujuanya ke Jabal Uhud. Dimana pernah terjadi perang Uhud yang melibatkan Rasulullah SAW.
| di belakang saya adalah pemakaman 70 syuhada Uhud |
Gunung ini disebut Nabi sebagai salah satu gunung yang ada di surga, sehingga kalau kita melihatnya sekarang Insya Allah kita akan melihatnya lagi di surga nanti. Aamiin...
Nabi S.A.W. bersabda, "Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di syurga." H.R. Bukhari
| di belakang saya sebagian dari Gunung Uhud |
Sebuah riwayat juga menceritakan, Rasulullah S.A.W. pernah menaiki puncak Uhud bersama Sayyidina Abu Bakar R.A., Sayyidina Umar Al-Faruq R.A. dan Sayyidina Usman bin Affan R.A. Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergegar. Rasulullah kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya dan 2 orang yang akan mati syahid.” Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.
Dari Anas bin Malik R.A, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” Riwayat Bukhari dan Muslim.
| Pegunungan Jabal Magnet |
Dari Jabal Uhud perjalanan dilanjutkan menuju Jabal Magnet yang sangat fenomenal. Perjalanan kesana memperlihatkan kebesaran Allah SWT. Dimana sepanjang jalan adalah pegununan batu. Sangat bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia dimana kalau kita melakukan perjalanan jauh, sepanjang jalan akan terlihat bukit-bukit yang hijau nan menyejukkan mata.
Puas berfoto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan sambil mencoba membuktikan bahwa bis yang kami tumpangi mampu lebih dari 120 km/jam dalam posisi gigi netral. Seru!
| speedometer sempat mencapai > 120 km/jam |
Walau namanya Jabal Magnet tapi tidak merusak jam tangan atau pun peralatan elektronik lainnya. Sunggu ajaib! Allahu Akbar....
Kebetulan sekali kali ini saya duduk persis di belakang supir bis sehingga bisa membuktikan langsung kecepatan bis saat menjajal Jabal Magnet.
Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami mampir ke peternakan unta. Disini jamaah bisa menikmati susu unta segar yang baru diperah. Saya sendiri belum berani untuk meminumnya. ehehehe...takut muntah ama bau amisnya.
Lalu perjalanan dilanjutkan kembali melewati mesjid Khondak kemudian mesjid Qiblatain dan berakhir di hotel tempat menginap.
Sebuah perjalanan yang menyenangkan untuk hari ini. Allhamdulillah...
| terharu ngebacanya |
Saat selesai sholat ashar, saya sempat mengabadikan sebuah tanda pemberitahuan yang ada di sekitar masjid Nabawi. Tanda ini hanya ditulis dalam 3 bahasa; bahasa Arab tentunya, bahasa Inggris dan....bahasa Indonesia!!
Horreee....akhirnya nemuin juga tulisan Indonesia dan bukan hanya di sekitar masjid Nabawi tapi juga di luar wilayah masjid Nabawi. Bahkan para pedagangnya pun bisa berbicara bahasa Indonesia dalam hal tawar menawar.
| dengan Sahrul Gunawan |
Di saat sedang makan malam, saya melihat sosok yang tak asing di tanah air. Benar saja, dia adalah Sahrul Gunawan. Duduk bersebrangan ya sudah saya ajak foto bareng. ehehehe..
Hari Ke 4 - Rabu
Sebelum sholat Dhuhur, hari ini jamaah pria dianjurkan mandi sunnah untuk memakai kain ihram sehingga sholat Dhuhurnya pun menggunakan kain ihram.
Beres makan siang, jamaah menuju masjid Bir Ali untuk mengambil Miqot.
Miqat (bahasa Arab: ميقات) adalah batas bagi dimulainya ibadah haji (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat, seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram dan memasang niat. Miqat digunakan dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah.
| akhirnya bisa berfoto dengan formasi lengkap 8 orang |
Selesai melakukan miqat kami pun berangkat ke Mekkah dengan bis untuk melaksanakan Umrah.
Perjalanan mengenakan ihram menjadi pengalaman baru bagi saya.
Sepanjang jalan kami bertalbiyah dan bershalawat.
Merinding rasanya, membayangkan Ka'bah ada di depan mata.
Alhamdulillah jam 22.00 kami sampai di Rayyana Hotel berbintang 4 di Makkah yang akan menjadi tempat menginap kami selama di Makkah.
Masih ada waktu untuk makan malam di restauran hotel. Abis makan malam dan bersih-bersih, tentunya dengan tidak melanggar ketentuan setelah berihram, jam 23. 00 kami melakukan umroh.
| di Bukit Marwah beres Umroh |
Baitullah ini sungguh hidup selama 24 jam. Bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak dan balita pun ada yang ikutan. Anak-anak sholeh dan sholehah yang ga rewel tengah malam diajak orang tuanya beribadah.
Semoga hamba mempunyai keluarga sholeh sholehah seperti ini ya Allah. aamiin....
Tak terasa lewat tengah malam selesailah ibadah umrah kami. Alhamdulillah...
Saatnya kembali ke hotel dan tiduurr.....
Hari ke 5 - Kamis
Hari ini tidak ada jadwal acara yang dilakukan selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. heeeemmm.....lumayan buat ngilangin pegel-pegel nih....
Hari ini tidak ada jadwal acara yang dilakukan selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. heeeemmm.....lumayan buat ngilangin pegel-pegel nih....
| suasana halaman Masjidil Haram setelah sholat di Isya |
Dalam Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].
Hari Ke 6 - Jum'at
(istirahat dulu. capeee...)
-------------
Tolong jangan dikomentari dulu ya...soalnya ceritanya lom selesai.
hehehe...
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].
Hari Ke 6 - Jum'at
(istirahat dulu. capeee...)
-------------
Tolong jangan dikomentari dulu ya...soalnya ceritanya lom selesai.
hehehe...


